Jumat, 01 September 2017

Mengenal Penyakit Kanker Serviks (Kanker Mulut Rahim)


Beberapa waktu lalu kita mendengar berita kematian salah satu selebritis Indonesia, Julia Perez, akibat kanker serviks. Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti mengetahui berita tersebut dan bahkan mengikuti perkembangan penyakit yang diderita oleh Julia Perez.

Lantas, apakah penyakit kanker serviks itu? Kanker serviks (Cervical Cancer) adalah kanker yang muncul pada leher rahim / mulut rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Penyakit Kanker Serviks (Kanker Mulut Rahim)

Penderita Kanker Serviks di Indonesia 


Pada tahun 2014, WHO menyatakan terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3 persennya merupakan jumlah kematian akibat kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 21 ribu.

Penelitian WHO menunjukkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks yaitu sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada tahun 2014. Ini ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya, kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.

Penyebab Kanker Serviks 


Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin.

Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks

Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks.

 Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks, tapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Pentingnya Langkah Screening untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Screening serviks bukanlah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini berguna untuk memeriksa kesehatan sel-sel di leher rahim dan mendeteksi jika ada sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks dapat dicegah secara maksimal. Hasil tes smear abnormal tidak berarti seseorang menderita kanker serviks. Kebanyakan hasil abnormal disebabkan oleh infeksi atau adanya sel berisiko kanker yang bisa ditangani dengan mudah.

Gejala Kanker Serviks 


Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir.

Pendarahan Pada Vagina Pendarahan tidak normal dari vagina, termasuk flek adalah gejala yang sering terlihat dari kanker serviks. Pendarahan biasanya terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause.

Gejala-gejala Lainnya yang Mungkin Muncul
  • Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah. 
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual. 
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko 

Kanker Serviks Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker serviks antara lain: Aktivitas seksual terlalu dini, berganti-ganti pasangan seksual, merokok, sistem kekebalan tubuh yang lemah, melahirkan anak terlalu sering, pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun.

Harapan Hidup Penderita Kanker Serviks 

Masa depan pengidap kanker serviks ditentukan oleh diagnosis stadium kanker serviks yang diterima. Stadium kanker serviks bertahap dari satu hingga empat, di mana stadium ini menggambarkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker. Angka harapan bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah didiagnosis kanker serviks, dikelompokkan ke dalam status stadium:
  • Stadium 1 – 80-99 persen 
  • Stadium 2 – 60-90 persen 
  • Stadium 3 – 30-50 persen
  • Stadium 4 – 20 persen 

Pencegahan Kanker Serviks 


Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks adalah meminimalisir faktor-faktor resiko yang sudah kami sebutkan, yaitu meliputi berhubungan seks dengan aman, setia pada pasangan, screening rutin pada leher rahim, serta berhenti merokok.

Cara lain untuk mencegah adalah dengan vaksinasi. Saat ini sudah beredar vaksin untuk mencegah kanker serviks. Perilaku seksual sehat disertai vaksinasi, adalah paduan pencegahan paling optimal terhadap kanker serviks.

Pengobatan Kanker Serviks 


Jenis penanganan menurut stadium kanker terbagi dua. Yang pertama adalah penanganan kanker serviks tahap awal, yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, atau kombinasi keduanya. Dan yang kedua adalah penanganan kanker serviks stadium akhir, yaitu radioterapi dan/atau kemoterapi, dan kadang operasi juga perlu dilakukan.

Jika diagnosis kanker serviks sudah diketahui sejak awal, kemungkinan pulih sepenuhnya cukup bagus. Tapi jika kanker sudah menyebar, peluang pulih total akan berkurang.

Dikutip dari dr S. Anggapratiwi, MKes di WBC


Mengenal Penyakit Kanker Serviks - Lentera Sehat

0 komentar

Posting Komentar