Jumat, 20 Oktober 2017

Mengenal Penyakit Infeksi Jamur Kulit


Pernahkah Anda mendengar kalimat “Cantik-cantik kok panuan?”? Semoga kalimat itu bukan ditujukan untuk Anda. Di negara tropis seperti Indonesia, penyakit Panu atau yang dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Pitiriasis Versikolor sangat banyak dijumpai.

Penyakit yang digolongkan sebagai penyakit jamur ini banyak diremehkan orang,karena dianggap hanya sekedar masalah kosmetik (tidak sedap dipandang mata). Panu dihubungkan dengan flora normal yang ada pada kulit manusia, yaitu Pityrosporum ovale dan Pityrosporum orbiculare.

Pada manusia jamur ini biasa hidup pada lapisan tanduk. Pada keadaan tertentu, jamur itu kemudian melepaskan toksin yang bisa menimbulkan peradangan dan iritasi berwarna merah dan gatal.

Penyakit Infeksi Jamur Kulit

Penyebab Infeksi Jamur Kulit


Ada beberapa faktor pencetus yang dapat mengubah flora normal tadi menjadi infeksi jamur atau penyakit, seperti :
  • Lembab dan panas dari lingkungan, dari pakaian ketat, dan pakaian tak menyerap keringat. 
  • Keringat berlebihan karena berolahraga atau karena kegemukan. 
  • Keseimbangan flora tubuh normal terganggu, antara lain karena pemakaian antibiotik, atau pengunaan pengobatan hormonal dalam jangka panjang. 
  • Penyakit tertentu, misalnya HIV/ AIDS, dan diabetes. 
  • Kehamilan dan menstruasi. Kedua kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh sehingga rentan terhadap jamur
Penderita Pitiriasis Versikolor sering tidak mengalami gejala yang berarti selain gatal ringan, yang merupakan salah satu alasan berobat. Pada kulit orang yang cenderung berwarna gelap akan ditemukan bercak-bercak terang / pucat keputihan , sedang pada orang dengan kulit kuning langsat bercak bercak yang timbul tampak lebih gelap. Bercak ini banyak ditemukan terutama di badan penderita baik di punggung, dada atau leher. Bercak yang awalnya kecil bisa bergabung dan lama2 melebar

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinis yang timbul dan infeksi bisa terlihat lebih jelas dengan pemeriksaan yang menggunakan lampu ultraviolet atau pemeriksaan mikroskopik dari kerokan kulit yang terinfeksi.

Mengatasi Penyakit Jamur Kulit


Pengobatan penyakit jamur kulit dapat dilakukan dengan pemberian obat seperti shampoo anti ketombe yang mengandung selenium sulfide 1%. Shampoo atau cairan tersebut dioleskan di area yang terinfeksi malam hari sebelum tidur dan dibiarkan semalaman kemudian dibersihkan keesokan harinya. Pengobatan dapat dilakukan selama 3-4 hari. Pengobatan lain adalah dengan menggunakan krim anti jamur.

Pengobatan yang tekun, konsisten dapat menuntaskan penyakit ini. Dengan perawatan diri yang lebih baik, seperti mandi teratur, berganti pakaian tiap kali mandi, keringkan badan dengan betul setelah mandi, jemur handuk di tempat kering dan gantilah handuk secara rutin, menggunakan bedak untuk mengurangi keringat berlebih tampaknya dapat mencegah terjangkitnya penyakit ini.


Penyakit Infeksi Jamur Kulit - Lentera Sehat

0 komentar

Posting Komentar