Operasi Bariatrik Untuk Penderita Obesitas

Obesitas masih menjadi masalah bagi sebagian besar populasi di dunia. Kombinasi dari gaya hidup yang tidak baik, makan berlebihan, hormonal, dan kelainan genetik berkontribusi menyebabkan obesitas. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan energi di dalam tubuh, sehingga terjadi penumpukan lemak yang berlebihan.

Untuk populasi Asia, seseorang baru dapat dikatakan mengalami obesitas apabila indeks massa tubuh (IMT) mencapai ≥25 kg/m2 . Penatalaksanaan obesitas memiliki bermacam pilihan, yaitu perubahan gaya hidup, aktivitas fisik, pola makan, terapi farmakologi, dan intervensi bedah. Jika dengan perubahan gaya hidup dan pola makan, serta konsumsi obat penurun berat badan tidak berhasil, perlu dipertimbangkan intervensi bedah.

Operasi Penderita Obesitas

 

Operasi Bariatrik Harapan Untuk Obesitas

Operasi bariatrik adalah jenis operasi yang dilakukan untuk obesitas yang tidak dapat ditolong dengan pendekatan perubahan gaya hidup atau farmakologi. Operasi bariatrik dapat dilakukan dengan teknik restriksi yang meliputi bedah untuk mengecilkan ukuran lambung sehingga mengurangi kemampuan tubuh dalam mengkonsumsi makanan,

Terdapat 3 macam operasi bariatrik yang umumnya dilakukan, yaitu:

1. Gastric Banding

Gastric banding adalah jenis operasi yang dilakukan dengan memasang cincin pada lambung dan membuatnya menjadi lebih kecil sehingga kemampuan untuk menampung makanan jadi lebih sedikit. Ukuran lambung bisa disesuaikan dengan mengisi banding dengan cairan salin, bisa dikencangkan atau dikendorkan sesuai kebutuhan. Tindakan ini, tidak seperti tipe operasi lain, tidak menganggu penyerapan nutrisi karena struktur lambung tidak dikurangi, hanya dikecilkan.

Keuntungan lain prosedur ini adalah membantu pengurangan lemak hingga 40%- 50% dan juga memerlukan lebih sedikit waktu pulih di rumah sakit karena tidak invasif. Dengan alasan yang sama, gastric banding memiliki tingkat mortalitas dan komplikasi yang lebih sedikit dibanding jenis operasi lainnya. Namun, operasi ini berisiko banding yang menggeser atau mengalami erosi di sebagian pasien. Penurunan badan dari operasi ini juga lebih lambat dibanding operasi lain.

2. Sleeve Gastrectomy 

Operasi bariatrik sleeve gastrectomy juga termasuk metode restriktif. Berbeda dengan gastric banding, pada operasi ini lambung akan dipotong sebesar 75-80% sehingga lambung akan berbentuk tubular dan lebih kecil. Prosedur ini menghasilkan 2 efek, yaitu pengurangan jumlah makanan yang dapat dikonsumsi akibat lambungnya mengecil, dan efek kedua, yang paling utama, adanya perubahan hormon pada sistem pencernaan yang berpengaruh pada kontrol rasa lapar, kenyang, dan gula darah.

Sleeve gastroctomy dan gastric banding memiliki tingkat efektivitas yang sama dalam menurunkan berat badan (>50%). Keuntungan lain dari tipe ini adalah tidak adanya benda asing yang diletakkan di dalam tubuh sehingga risiko infeksi dan waktu penyembuhan di rumah sakit lebih sedikit. Defisiensi vitamin dan mineral, serta prosesnya yang irreversible terkadang menjadi risiko prosedur ini.

2. Gastric Bypass

Prosedur operasi gastric bypass sejatinya adalah standar baku dalam pembedahan pada obesitas. Sesuai namanya, gastric bypass meliputi 2 tahap. Pertama, lambung dibagi menjadi 2 bagian, kemudian sebagian kecil usus halus dipotong, dan sisa usus disambungkan dengan sebagian dari lambung. Lalu, sisa dari usus yang lain disambungkan dengan sisa lambung sehingga enzim yang diperlukan tetap tersedia.

Prosedur ini dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi dan penurunan berat yang signifikan (60-80%). Oleh karena bersifat sangat invasif, risiko komplikasi cukup besar dan waktu penyembuhan di rumah sakit yang paling lama. Komplikasi tersebut antara lain defisiensi vitamin B12, asam folat, zat besi dan kalsium apabila tidak disertai dengan asupan gizi yang sesuai anjuran dokter.

 

Operasi Bariatrik Untuk Penderita Obesitas – Lentera Referensi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *