Penanganan Gigi Patah (Fraktur)

Gigi mempunyai banyak fungsi diantaranya adalah fungsi mengunyah dan fungsi estetis. Bila terjadi gangguan pada gigi maka beberapa fungsi dari gigi akan terganggu. Pada kasus gigi patah atau disebut juga fraktur pada gigi depan fungsi yang paling terganggu tentunya adalah fungsi estetis dan fungsi mengunyah dari gigi.

Gangguan pada fungsi estetis tentu akan mengganggu penderita dalam penampilan sehari-hari, seperti misalnya jadi tidak berani tersenyum atau tertawa lebar karena takut gigi yang patah terlihat. Gangguan fungsi mengunyah terutama dirasakan bila fraktur terjadi pada gigi belakang, untuk gigi depan gangguan terasa pada saat menggigit makanan. Gangguan fungsi lain adalah fungsi bicara, untuk pengucapan beberapa huruf seperti ā€œSā€, ā€œFā€ sangat dipengaruhi oleh gigi depan.

 Gigi Patah (Fraktur)

Gigi Patah (Fraktur)

Fraktur banyak terjadi pada gigi depan, karena letaknya yang memungkinkan paling mudah terkena benturan. Pada usia batita anak sering jatuh pada saat belajar jalan atau pada saat berlari. Bila terjadi fraktur pada usia tersebut anak biasanya menjadi sulit makan dan minum susu, bila berlarutlarut tentu akan mengganggu pertumbuhan dari anak

Pada usia sekolah kasus yang banyak terjadi adalah fraktur disebabkan karena benturan dari bola atau jatuh dari sepeda. Oleh karena itu penanganan dari fraktur oleh dokter gigi dipengaruhi oleh usia penderita dan seberapa besar jaringan gigi yang hilang disebabkan oleh fraktur. 

Berikut beberapa contoh gambar fraktur beserta penanganannya :

  1. Fraktur pada gigi depan Hanya mengenai ujung dari mahkota gigi. Penanganannya adalah dengan melakukan penambalan.  
  2. Fraktur pada gigi depan Dengan kehilangan jaringan gigi lebih dari 1/3 bagian mahkota. Penanganannya adalah dengan pembuatan crown atau sarung gigi. 

Kehilangan jaringan gigi yang disebabkan oleh fraktur ada bermacam-macam,

  • Kehilangan kurang dari 1/3 bagian mahkota gigi dan tidak mengenai saluran akar gigi.
  • Kehilangan lebih dari 1/3 mahkota gigi dan mengenai saluran akar gigi.
  • Kehilangan seluruh mahkota gigi bersama akarnya utuh terlepas dari gusi
  • Fraktur yang juga melibatkan tulang rahang.

Semakin sedikit kehilangan jaringan yang disebabkan oleh fraktur tentu penanganan semakin mudah.

  • Pada kehilangan jaringan kurang dari 1/3 bagian gigi, bila jaringan yang hilang hanya pada sudut gigi saja penanganannya bisa dengan penambalan. Untuk gigi depan digunakan bahan tambal yang sewarna gigi. 
  • Pada kehilangan jaringan gigi yang melibatkan saluran akar penanganannya tentu membutuhkan waktu yang lebih lama, karena harus dilakukan perawatan saluran akar gigi atau perawatan endodontik. Perawatan endodontik bertujuan untuk mengeluarkan isi saluran akar gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan pembuluh saraf, lalu diisi dengan bahan pengisi saluran akar. Selanjutnya untuk mengganti jaringan gigi yang hilang bila masih memungkinkan bisa dilakukan penambalan tapi bila tidak harus dilakukan pembuatan mahkota gigi atau disebut juga crown.
  • Pada kasus dimana gigi lepas utuh bersama akarnya bila masih memungkinkan gigi bisa ditanam kembali ke dalam soket gigi. Tentu hal ini tidak mudah, dan membutuhkan waktu lama sampai gigi bisa tertanam kuat kembali di dalam rongga mulut. 
  • Untuk fraktur yang melibatkan tulang rahang penanganannya harus dilakukan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut, karena membutuhkan penanganan khusus dan lebih sulit.
Untuk kasus anda yang mengalami patah pada gigi depan, bila jaringan gigi yang hilang hanya sedikit dan memungkinkan untuk ditambal tentu harus dilakukan penambalan dengan menggunakan bahan tambal sewarna gigi. Warna tambalan hampir sama dengan gigi jadi sepintas tidak terlihat bila pada gigi tersebut terdapat tambalan.

Bila jaringan gigi yang hilang cukup besar sehingga tidak memungkinkan dilakukan penambalan dapat dibuatkan gigi tiruan yang disebut jacket crown atau sarung gigi. Pada pembuatan sarung gigi, gigi harus dipreparasi dan dicetak terlebih dahulu

Ada beberapa macam bahan pembuat sarung gigi, yang paling sering dipakai adalah porcelein, komposit dan metal. Untuk gigi depan digunakan porcelein atau komposit karena sewarna dengan gigi.

Bila sudah terjadi perubahan warna pada gigi biasanya disebabkan karena gigi sudah nekrosis atau saluran akar gigi sudah mati. Berarti harus dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu, baru dilakukan penambalan atau pembuatan sarung gigi. Untuk mengetahui sejauh mana kerusakan pada gigi anda segeralah menghubungi dokter gigi anda dan mendapat rencana perawatan yang akan dilakukan.


Penanganan Gigi Patah (Fraktur) – Lentera Sehat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *