Perlukah Gigi Bungsu Dicabut?

Pengertian gigi bungsu adalah gigi geraham besar ke tiga atau gigi geraham terakhir yang tumbuh di dalam mulut. Umumnya, gigi ini tumbuh di penghujung usia belasan atau di awal usia 20 tahun, bahkan pada beberapa kasus gigi ini tumbuh setelah usia 20 tahun.

Tumbuhnya gigi bungsu ini kerap menimbulkan masalah dari ringan sampai berat. Masalah ini timbul karena gigi tersebut mulai erupsi atau tumbuh di saat pertumbuhan rahang sudah terhenti sehingga ruang yang tersisa di rahang seringkali tidak cukup untuk mengakomodir ukuran gigi tersebut.

Permasalahan Gigi Bungsu

Menurut Ricketts (1980), perubahan ukuran rahang manusia menjadi lebih kecil kerap memiliki hubungan erat dengan kondisi dan kebiasaan diet atau makanan, sehingga kasus gigi geraham bungsu yang impaksi atau tumbuh tidak sempurna meningkat pesat dan tentunya sebagian besar datang dengan keluhan-keluhan yang diakibatkan oleh gigi impaksi tersebut.

Pada beberapa kasus, pasien datang ke dokter umum dengan keluhan sakit kepala, telinga berdengung, sakit leher, rematik, sering sakit tenggorokan, dan bau mulut yang mengganggu.

Dari keluhan-keluhan tersebut, apabila tidak ditemukan adanya kelainan sistemik, umumnya dokter akan segera merujuk ke dokter gigi untuk kemudian dilakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan yang tepat.

Namun, tidak seluruh kasus gigi impaksi diawali dengan gejala-gejala seperti disebutkan diatas. Terkadang gigi impaksi memiliki gejala yang lebih jelas dengan keluhan yang dirasakan pasien langsung berasal dari gigi tersebut.

Beberapa keluhan dari gigi tersebut antara lain:

Perikoronitis

Perikoronitis merupakan kondisi tertutupnya sebagian gigi bungsu oleh gusi sehingga menyebabkan terjebaknya sisa makanan halus dan bakteri di daerah tersebut. Lamakelamaan sisa makanan dan bakteri yang terjebak di daerah itu akan menyebabkan infeksi dan bau mulut, serta terjadi peradangan pada tenggorokan.

Gigi berjejal 

Pertumbuhan gigi tentu diiringi dengan pertumbuhan akarnya, seringkali proses ini kemudian menyebabkan perubahan letak gigi di depannya sehingga terjadi gigi berjejal.

Gigi berlubang

Umumnya terjadi pada gigi yang berada di sebelah gigi bungsu. Hal ini disebabkan karena posisinya yang berada di belakang sehingga sulit dijangkau untuk dibersihkan. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan gigi berlubang pada gigi bungsu dan gigi yang berada di sebelahnya. Abrasi Gigi Bisa Bikin Ngilu.

Kondisi-kondisi tersebut, apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan masalah yang lebih kompleks. Infeksi berat yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan obstruksi saluran napas sehingga dapat menyebabkan kematian.

Tetapi, apakah seluruh gigi bungsu perlu dicabut? 

Untuk menentukan perlu tidaknya pencabutan gigi tersebut perlu dilakukan pemeriksaan lengkap. Pemeriksaan lengkap dapat dimulai dengan ada tidaknya keluhan di daerah gigi bungsu dan seberapa sering keluhan tersebut timbul.

  • Apabila frekuensi timbulnya keluhan semakin sering, konsultasikan dengan dokter gigi.
  • Apabila dirasa perlu, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan penunjang dengan foto rontgen (panoramic). Penggunaan foto rontgen dapat menegakkan diagnosis apakah masalah di daerah gigi bungsu diakibatkan oleh kurangnya ruangan untuk pertumbuhan gigi bungsu, atau keluhan hanya karena proses pertumbuhan gigi itu sendiri.
  • Sering juga pasien mengeluhkan rasa nyeri di daerah gigi bungsu, namun ketika diperiksa tidak ada kelainan pertumbuhan gigi bungsu, ini berarti rasa nyeri itu merupakan proses terbukanya gusi ketika gigi bungsu akan menembus gusi. Pada kasus ini tidak perlu dilakukan perawatan karena keluhan akan hilang setelah gigi bungsu tumbuh sempurna.

Pencabutan gigi bungsu bukan merupakan hal yang wajib dilakukan, namun jika keluhan di gigi bungsu tidak kunjung hilang sebaiknya pencabutan gigi bungsu tidak ditunda agar keluhan tidak semakin parah.

 

GIGI BUNGSU, PERLUKAH DICABUT? Sumber: Drg. M.A. Ika Mauliana S

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *