Inilah Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Tahu

Memahami tingkatan tumbuh berkembang anak akan menolong para orang tua dalam memastikan jika anak tumbuh dengan maksimal. Beberapa penelitian telah menguraikan tingkatan yang berbeda untuk tiap-tiap tahapan perkembangan anak.

Tahap Tumbuh Kembang Anak

Tahap Tumbuh Kembang Anak

Salah satunya rintangan paling besar bagi orang tua dalam mendidik anak adalah memahami proses tumbuh kembang-nya. Pasalnya tiap anak umumnya mempunyai karakter yang berbeda, hingga cara mengatasinya pada tahapan tumbuh berkembang anak-pun harus disamakan dengan rutinitas anak.

Menurut Jean Piaget, seorang pakar psikologi perubahan anak, menjelaskan ada 4 tingkatan yang hendak dilewati oleh anak-anak yang berkembang. Walaupun begitu, secara umumnya ada 6 tahapan khusus dalam tumbuh berkembang anak.

1. Tahap Perkembangan Bayi Baru Lahir

Di saat bayi baru lahir sampai capai umur 1 bulan, bayi umumnya memiliki pergerakan tertentu yang distimulus oleh lingkungan sekelilingnya. Pada tahapan ini umumnya bayi baru lahir bisa mengenal muka ke-2 orang tua-nya dalam jarak dekat, tersenyum, mengenal berbau, melihatkan kepalanya sampai menangis saat memerlukan sesuatu.

2. Tahap Perkembangan Bayi

Dari satu sampai dua belas bulan, bayi umumnya akan memperlihatkan beberapa pertanda perkembangannya. Pada umur tiga sampai 6 bulan, bayi akan perlahan-lahan bisa gerakkan kepala mereka dan bermain dengan tangannya. Pada umur sembilan ke dua belas bulan, bayi mulai akan merayap, jalan dengan sandaran, dan menunjuk object yang diinginnya dengan telunjuk.

3. Tahap Perkembangan Balita

Tahapan ini diikuti dengan beberapa perubahan kekuatan motoriknya, seperti jalan tanpa kontribusi, naiki tangga yang rendah, atau melompat-lompat di satu tempat. Balita akan memperoleh kekuatan untuk menggenggam krayon, menggambar lingkaran, menimbun balok mainan, bicara dalam kalimat pendek, atau ikuti perintah sederhana.

4. Tahap Perkembangan Pra-Sekolah

Dalam umur tiga sampai lima tahun, umumnya kekuatan motorik pada anak-anak akan alami kenaikan pesat. Umumnya pada umur ini, anak-anak dapat lakukan aktivitas seperti menggunakan pakaian sendiri, menggambar makhluk hidup, melemparkan bola, melompati tali, atau berdiri dengan 1 kaki lebih dari sepuluh detik.

5. Tahap Perkembangan Usia Sekolah

Umur sekolah ialah anak-anak yang umurnya sudah capai enam sampai dua belas tahun. Anak-anak pada umur ini sudah mendapat keyakinan diri, pecahkan permasalahan, bertanggungjawab dan berdikari. Jalinan persahabatan di sekolah akan menjadi satu diantara factor yang terpenting dalam perkembangan anak-anak umur ini.

Pada tahapan ini, anak-anak akan memperlihatkan kecondongan mereka dalam berlaku. Anak yang memperlihatkan pertanda menderita ADHD umumnya mempunyai permasalahan dalam fokus, gampang terdistraksi, dan susah untuk konsentrasi.

Hal-hal yang disebutkan di atas membantu mengoptimalkan tahapan perkembangan anak menurut umur, terutama pada perkembangan kognitifnya. Selain dilakukannya kegiatan-kegiatan di atas, si Kecil juga disarankan untuk diberikan asupan nutrisi yang seimbang agar tahapan perkembang anak menurut usianya juga berlangsung dengan optimal. Asupan nutrisi yang diberikan seperti makanan bergizi yang mengandung protein tinggi dan dibantu dengan susu. PediaSure dapat menjadi solusi untuk memenuhi nutrisi si Kecil agar perkembangannya terjadi secara optimal.

6. Tahap Perkembangan Remaja

Tahapan ini diikuti oleh peralihan yang cepat dalam tubuh, pemikiran dan emosi-nya. Di saat anak Anda capai umur remaja, kemungkinan Anda akan kerepotan dengan berlakunya yang terkadang susah diterka. Pada umur sampai 14 tahun, remaja umumnya memperlihatkan kekuatan untuk berpikiran seperti orang dewasa – walaupun tidak lama kemudian mereka akan ledakkan emosi-nya seperti anak-anak berumur enam tahun.

Sama dengan orang dewasa, anak-anak juga mempunyai karakter seperti pemalu, gampang geram, atau bahkan juga gampang berkawan dan supel.

 

Inilah Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Tahu

About the Author: Lentera Sehat

Cuma berbagi artikel yang sehat dan layak dibaca dari berbagai sumber referensi yang dapat dipercaya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.