Content Creator, Pekerjaan yang Diminati Generasi Z

Strategi komunikasi hari ini telah berubah, ada aktor baru yang memiliki peran utama yaitu content creator atau pembuat konten. Content creator merupakan orang yang telah mengkonsolidasikan komunitas dan memiliki kepercayaan sehingga pekerjaan ini diminati oleh Generasi Z atau Gen-Z (generasi yang lahir pada rentang tahun 1996 hingga 2012 dan merupakan generasi yang lahir usai era generasi milenial). Tetapi untuk sebuah brand, penting untuk memahami perbedaan antara content creator dan influencer, sehingga dapat mengetahui profil mana yang paling sesuai dengan kampanye.

content creator dan influencer

Perbedaan antara Content Creator dan Influencer

Pertama-tama, perlu dijelaskan bahwa content creator dan influencer semuanya adalah pemberi pengaruh. Mereka memiliki pengaruh tertentu dalam lingkaran pertemanan, di tempat kerja atau di keluarga. Tapi dalam bahasan ini akan fokus pada masalah brand.

Terlebih banyak aplikasi sosial media seperti aplikasi CUiT karya anak bangsa telah menghadirkan berbagai influencer baru yang merupakan pembuat konten, yang terhubung dengan audiens mereka dan menciptakan komunitas.

Penting untuk ditegaskan bahwa seseorang yang membuka akun dan mengunggah videos atau foto seksi belaka tidak bisa disebut content creator, karena content creator adalah seseorang yang membuat konten asli, beradaptasi dengan format dan dilakukan secara konstan. Seorang content creator telah membangun sebuah storytelling, yang memiliki sebuah cerita untuk diceritakan untuk dapat membantu brand.

Sedangkan seorang influencer tidak memiliki sesuatu yang dapat mengikat. Tidak seperti pembuat konten, tujuan utama influencer adalah untuk mempengaruhi, menginspirasi, atau meyakinkan komunitas mereka untuk mengikuti merek, membeli produk, atau mencoba layanan.

Meskipun kedua konsep ini (content creator dan influencer) berbeda dan tidak identik, namun selalu ada kemungkinan bahwa content creator juga merupakan influencer, dan sebaliknya ada seorang influencer terkadang juga merupakan content creator (pembuat konten).

Content Creator Digital

Seorang content creator didedikasikan untuk membuat konten pendidikan atau hiburan untuk audiens tertentu dalam format yang berbeda seperti foto, video, posting blog , podcast atau ebooks pada platform tertentu.

Sangat sering, content creator adalah fotografer profesional, pembuat film, penulis, atau desainer yang menggunakan kreativitas dan keahlian mereka untuk menambah nilai, menceritakan sebuah kisah, dan terhubung dengan audiens. Mereka tidak selalu memiliki banyak pengikut, tetapi mereka memiliki komunitas yang kuat.

Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan produk yang menambah nilai, mulai dari ide hingga publikasi di saluran digital. Tentu saja materi mereka dapat mempengaruhi atau meyakinkan, tetapi maksud di balik mereka adalah untuk menghibur, mendidik atau menginformasikan.

Di Indonesia, gaji content creator berkisar antara  Rp 3,5 juta – Rp 10 juta rupiah tergantung dari perusahaannya. Namun angka tersebut bisa berubah tergantung kebijakan perusahaan, seperti bonus, tunjangan, dll. Jika bekerja di agensi besar, kemungkinan ada jenjang karier, yang tentu saja akan mendapatkan gaji lebih tinggi.

Sedangkan content creator yang bekerja sendiri dan telah memiliki banyak pengikut (followers atau subscriber), mungkin bisa mendapat puluhan hingga ratusan juta per bulan melalui kanal Youtubenya.

Influencer Digital

Tidak seperti content creator, tujuan utama seorang influencer adalah untuk mempengaruhi, menginspirasi, atau meyakinkan komunitas mereka untuk mengikuti brand, membeli produk, atau mencoba layanan.

Karena memiliki jumlah pengikut yang banyak , ia sangat fleksibel dalam membuat konten di media sosial, baik untuk platform yang berbeda maupun untuk berbagai merek yang berkolaborasi dengannya. Kekuatan supernya terletak pada karisma dan kemudahan komunikasinya.

Ada banyak kategori influencer, tergantung pada niche yang menjadi spesialisasi mereka. Yang paling umum adalah kecantikan dan mode, kehidupan kebugaran, perjalanan, hiburan dan humor, pecinta kuliner, gamer, keberlanjutan, ekonomi dan keuangan, dan lain sebagainya.

Lalu berapa gaji influencer? Sulit dijawab karena umumnya influencer bukan karyawan tetap yang mendapatkan gaji bulanan. Namun menurut lembaga kajian media sosial, hasil survei dari 1.865 influencer di seluruh dunia rata-rata pendapatan mencapai 3.000 USD atau sekitar 43 juta rupiah per bulan.

Strategi pemasaran

Kembali ke perbedaan kedua istilah tersebut, strategi pemasaran yang dilakukan tidak sama untuk kedua kasus tersebut. Ketika sebuah brand akan meluncurkan produk baru, content creator akan bertanggung jawab untuk menulis deskripsi, mengambil foto dan video dan, singkatnya, memikirkan dan mengembangkan semua materi yang akan muncul di web dan di jejaring sosial.

Sebaliknya, influencer akan menjadi orang yang mempromosikan produk di saluran komunikasi mereka sendiri, melalui cerita , gulungan , tutorial atau ulasan dalam format yang berbeda, misalnya.

Ahli strategi pemasaran yang hebat akan mengatakan bahwa ada kekuatan dalam kesatuan baik influencer maupun content creator sangat penting untuk keberhasilan sebuah brand.

 

Content Creator, Pekerjaan yang Diminati Gen-Z

About the Author: Lentera Sehat

Cuma berbagi artikel yang sehat dan layak dibaca dari berbagai sumber referensi yang dapat dipercaya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.