Tak Tega Melihat Perjuangan Berat Putrinya, Ibu Ini Memilih Merelakannya Pergi

Momen melahirkan seorang anak adalah momen-momen yang paling ditunggu oleh seorang ibu, pada momen itu seorang ibu akan merasakan beberapa perasaan yang berbeda-beda, mulai dari ketakutan, gelisah dan juga campur bahagia. Namun ketika bayi sudah benar-benar lahir yang ada pada ibu hanyalah momen bahagia, karena anak yang selama ini ia tunggu-tunggu lahir dan akan menjadi teman hiduo mereka selamanya.

Charlotte Memilih Merelakan Putrinya Pergi

Sosok seorang ibu adalah sosok segalanya bagi seorang anak. Ia adalah sosok pembela, penjaga dan juga pemelihara segala kebutuhan bagi seorang anak. Ia akan rela melakukan apa saja demi kesehatan dan kebahagiaan sang anak.

Namun kali ini ada kisah yang sangat kontradiktif dengan sosok seorang ibu. Ibu yang satu ini malah menginginkan anak yang ia cintai pergi untuk selama-lamanya. Sungguh ironi bukan. Nah penasaran kan kisah selengkapnya bagaimana? Berikut kisah lengkapnya.

Tak Tega Melihat Penderitaannya

Charlotte nama ibu itu. Ia adalah seorang ibu layaknya ibu-ibu biasanya. Charlotte merupakan ibu yang sangat berbahagia karena mendapatkan seorang anak yang bernama Nancy. Namun sayang Tuhan sedang menguji kesabaran dari Charlotte.

Anak yang ia sayangi Nancy terlahir dengan berbagai kelainan yang akan membuat siapa saja akan merasa iba jika mendengarnya. Nancy lahir dalam kondisi buta, selain buta ia juga menderita hydrocypalus, meningitis dan juga septicimea. Namun kasih sayang Charlotte tak akan pernah pudar dengan apa yang diderita oleh Nancy.

Dengan begitu banyak penyakit yang diderita oleh Nancy membuat ia harus hidup dengan bantuan medis. Bahkan, mulai lahir sampai umur 12 tahun Nancy bisa hidup dengan semua bantuan medis. Setiap hari Nancy kecil harus meminum berbagai macam jenis obat yang sangat banyak untuk penyakitnya, belum lagi Nancy juga harus menerima berbagai macam injeksi dalam tiap minggunya.

Melihat hal itu sebenarnya Charlotte sangat merasa iba dan tak tahan jika anaknya selalu diberi obat-obatan yang menyakitkan tersebut. Namun apa boleh dikata Anak tetaplah anak.

Dengan segala keterbatasan dan juga kekurangan yang diterima Nancy tak lantas membuatnya bersedih malah sebaliknya Nancy pun tampak bahagia dan juga ceria dengan segala kondisi yang ia terima. Begitu pun Charlotte ia senantiasa menemani Nancy mengajaknya mengobrol dan juga bercanda setiap harinya.

Kebahagiaan Keluarga Perlahan Mulai Menghilang

Kebahagiaan mereka seakan hilang tatkala Nancy sudah berumur 12 tahun. Kebahagiaan yang Nancy tunjukkan sewaktu ia masih kecil lama kelamaan hilang. Nancy kecil mulai putus asa dengan segala penderitaan yang ia miliki dan jalani sekarang. Melihat hal itu Charlotte semakin teriris hatinya, ia semakin tak tega melihat kondisi tubuh putrinya yang kian memburuk.

Akhirnya pada Agustus silam ia mengajukan permohonan kepada pengadilan agar kiranya mengakhiri kehidupan putrinya. Permintaan yang nyleneh itu pun akhirnya dikabulkan oleh pengadilan dengan pertimbangan kesehatan Nancy yang kian lama kian memburuk.

Akhirnya pihak rumah sakit pun menghentikan pengobatan yang dilakukan untuk Nancy. Selang beberapa hari Nancy pun sudah meninggalkan dunia ini dengan penuh kedamaian.

 

Charlotte Memilih Merelakan Putrinya Pergi

About the Author: Lentera Sehat

Pemerhati kesehatan yang suka berbagi artikel kesehatan berdasarkan sumber referensi yang dapat dipercaya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *